Rabu, 20 Desember 2017

December,my favorite month

December:  A month of lights,snow,and feasts. 
A time to make amends, and tie up loose ends. 
A time to finish what you started and 
hope that your dreams come true.

Yeah,desember. Bulan favorit aku. Menurutku bulan desember bulan yang gimana ya? aku suka banget sama bulan ini karena ada liburan,di belahan bumi bagian barat ada salju,disamping desember adalah bulan lahirku ,trus di bulan ini juga hari raya untuk beberapa agama. Tak lupa,desember adalah bulan penutup tahun. Aku selalu ngerasa kalo desember itu suasananya kayak sedih gimana gitu,padahal alhamdulillah ya ngga ada yang membuatku sedih bulan ini atau bulan desember yg lalu. Tapi yang membuat sedih itu suasana di desembernya,mungkin karena banyak hujan kali ya ? jadi kaya mendung ga jelas gitu (gue ngomong jg gaje). Walaupun desember bersuasana sedih tapi dia tetep favorit aku. Mungkin karena desember adalah penutup tahun kali ya? jadi berasa bakal selesai semua di tahun ini,peristiwa-peristiwa yang udah terjadi di tahun ini akan segera berakhir. Ditambah cuaca yang mendung kadang hujan apa lagi sambil denger lagu taylor swift uuhh menurutku deep banget. Maaf ya gue gaje banget,karena ya gimana? emang cuma desember yang bisa bikin aku kek gini (super alay) aku bingung banget mau nulis apa ya gini deh jadinya. Bye^^

December,you are the last one 
So,be the best one💖

Jumat, 16 Juni 2017

Sedih saat bulan Ramadhan mau berakhir..


Assalamu'alaikum 🙏 ! Setelah 6 bulan ngga nulis,akhirnya nulis juga,and sadly aku nulis di hari ketika bulan Ramadhan akan berakhir dalam 8 hari lagi. Gimana ngga sedih sih? 😢𝂎puasa tuh bulan penuh berkah dan ampunan. Selama 30 hari Allah ngasih kita keberkahan dan ampunan bagi yang berbuat baik tentunya. 

Dari Jabir RA, Rasulullah SAW bersabda, “Di malam terakhir Ramadhan, menangislah tujuh petala langit dan tujuh petala bumi dan para malaikat, karena akan berlalunya Ramadhan, dan juga keistimewaannya. Ini merupakan musibah bagi umatku.” 

Dan kebetulan hari ini juga termasuk 10 hari terakhir di bulan ramadhan 😟 dimana Lailatul Qadr itu pernah terjadi !
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari no. 2020 dan Muslim no. 1169
Subhanallah ya,gimana cara dapet Lailatul Qadr? Beribadahnya digiatin lagi,aku aja masih berusaha melawan malas yang melanda hidupku huhuu. Perbanyak istighfar,perbanyak sedekah,perbanyak baca Qur'an,perbanyak amal sholih jangan kebanyakan tidur. Aku ngga tau ya,tapi aku ngerasa sedih banget Ya Allahh.. soalnya kalo ramadhan selesai tu suasananya berubah. Suasana terbaik dan suasana yang paling buat aku seneng itu ketika Ramadhan ! ga boong,entah kenapa tu suasananya beda banget sama suasana moment yang lain. Tapi ya gimana lagi? ya kaya yang ditulis Mbak Yasmin Moghaded,kaya matahari,Ramadhan juga bakal pergi dan dateng lagi dan akan selalu seperti itu. Tinggal kitanya? Apa ramadhan kita bisa membuat bulan2 lain seperti ramadhan? Apa kita bisa rajin beribadah seperti saat bulan Ramadhan? Apakah kita menjadi rajin berpuasa di bulan2 yang lain ? Apa kita bisa menahan hawa nafsu kita setelah ramadhan? Apa kita bisa rajin shalat malam di bulan2 yang lain? itu pertanyaan untuk kita semua. Pertanyaan terakhir,Apa kita masih bisa berjumpa dengan Ramadhan berikutnya? Hanya Allah yang tau, maka dari itu manfaatkan Ramadhan ini menjadi bulan yang terbaik di mata Allah. 
Semoga kita menjadi hamba yang mendapat Lailatul Qadr dan menjadi hamba yang puasa dan amalannya diterima oleh Allah SWT, Ameen .


Selasa, 13 Desember 2016

The Power of Istighfar


"Barangsiapa senantiasa beristighfar,niscaya Allah SWT menjadikan setiap kesedihannya kelapangan,dan menjadikan kesempitannya jalan keluar,dan akan diberi-Nya rizki dari arah yang tak disangka-sangka"
-HR. Abu Daud

اَسْتَغْفِرُ اَللّهَ الْعَظِیْمَ. Delapan suku kata dalam bahasa Indonesia,mudah diucapkan,namun jarang dilafalkan. Awalnya aku juga ga terbiasa ber-istighfar,itu semua berawal dari ibuku. Aku sekolah dan kos di jogja,jadi pas libur agak panjang atau hari sabtu-minggu aku menyempatkan diri untuk pulang,tidak setiap minggu tentunya. Saat aku pulang ke kebumen,ibuku selalu mempunyai nasihat baru untuk disampaikan kepada anak-anaknya. Salah satunya istighfar, Ibuku bilang kepadaku untuk memperbanyak istighfar karena dengan itu Allah akan memudahkan segala urusan,dan mengabulkan apa yang paling diinginkan. Ibu menceritakan kepadaku sebuah cerita: 
→Ada seorang penjual roti di dekat masjid,sambil menguleni adonannya dia beristighfar,dia orang yang rajin beristighfar,dan dia sangat ingin bertemu salah satu ulama terbesar di masa itu. Di lain waktu,di Iraq,ada seorang ulama yang entah mengapa dia ingin pergi ke suatu tempat. Akhirnya dia memutuskan untuk pergi,kemudian dia singgah di masjid untuk shalat dan istirahat. Selesai shalat,dia melihat seorang penjual roti tersebut sedang menggoreng roti itu sambil menggumam kalimat اَسْتَغْفِرُ اَللّهَ الْعَظِیْمَ. Penjual roti itu hanya menggumam,namun cukup jelas untuk bisa didengar sang ulama ini. Sang ulama pun menghampiri penjual ini. Sang ulama pun menyakan kabar dan hal-hal yang lain. Lalu sampai pada pertanyaan ulama "Pak/Bu setiap hari anda beristighfar?" "Iya,sambil menguleni adonan atau saat menggoreng kan lisan saya diam,jadi ya saya beristighfar saja daripada nganggur. Kecuali kalau saya diajak ngobrol seperti ini baru saya tidak istighfar hehe" "Subhanallah,luar biasa. Boleh saya tau,Bu/Pak keinginan apa yang sangat anda inginkan?" "Ini mungkin terdengar,mustahil pak,namun saya ingin bertemu seorang ulama besar. Namun dia tinggal di Iraq yang jauh dari sini." "Wah,kebetulan sekali,,siapa namanya? Saya dari Iraq juga" "Namanya (misal) Hisyam" "Masya Allah ! Pak/Bu saya ini Ulama dan nama saya Hisyam ! Subhanallah! "Subhanallah! Alhamdulillah! Saya bersyukur sekali bisa bertemu bapak!" "Ini karena anda rajin beristighfar Pak/Bu,saya datang jauh-jauh dari Iraq untuk mengabulkan permintaan anda" ucap Sang ulama sambil tersenyum.
  Kisah yang luar biasa bukan? Nah sekarang saatnya giliranku bercerita
Entah aku lupa tanggal berapa yang jelas itu terjadi di bulan November kemarin. Hari Sabtu,aku pulang ke Kebumen naik bis,aku kebetulan naik jam setengah 4an. Baterai hpku kurang dari setengah persen.dan aku harus menghematnya agar bisa menghubungi keluarga di rumah kalau mau sampe. Di bis aku istighfar,aku ngga mau sampe rumah kemaleman. Sebelum sampai sokka baru/tempat aku turun,aku sudah telpon dan sms bapak/ibu untuk menjemput. Saat aku turun di Sokka baru,hpku mati,aku ngga tau bapak ada dimana,apakah dia sudah kesini lalu balik kerumah lagi,apa dia belum kesini,aku ga tau. Aku hanya mondar mandir,istighfar,istighfar dan terus istighfar. Aku hampir putus asa,aku takut bapak sudah menjemput trus balik lagi,pokoknya semua hal hal buruk terlintas di kepalaku. Namun aku tetap istighfar,kemudian di kejauhan aku lihat mobil silver dengan lampu menyorot,Alhamdulillah ini bapak. →Mungkin kalau aku nunggu aja,tanpa istighfar bapak tetap akan muncul. Akan tetapi,aku merasa lebih yakin saat aku beristighfar,aku yakin kalau Allah mendengarku dan membantuku,dan istighfar ini membuatku lebih tenang.
Itu pengalaman pada hari Sabtu. Pada hari seninnya,ada cerita lagi. Aku,bapak dan ibu sudah ada di rest area bis yang akan aku tumpangi. Aku sudah memakai baju sma,agar aku bisa lebih cepat menuju ke sekolah. Namun sayang sekali,bis yang akan aku tumpangi ternyata telat,aku mencoba rileks. Lalu seperti biasa Ibuku berkata "Istighfar min,Allah akan membantu dengan cara yang tak disangka-sangka". Bapak juga mencoba menenangkanku,akhirnya bis pun tiba dan aku berangkat. Saat aku hampir sampai di tempat aku turun dari bis,di dekat masjid Aceh. Aku mencoba untuk pesan go-j** namun ga tau kenapa, aplikasinya lagi eror. Sepanjang perjalanan,saat aku lagi tidak tidur tentunya aku istighfar. Akhirnya sampai di pertigaan masjid aceh,aku pasrah bakal telat banget. Namun apa yang terjadi? Tiba-tiba ada seorang perempuan yang menawariku boncengan,dia kasihan melihat anak sma kok jalan kaki,sudah jam 7 pula. Perempuan itu mahasiswa PGRI Jogja,dan dia lagi uts saat membantuku itu. Aku berterimakasih dan menunjukkan arah PGRI ke dia,lalu dia pergi. Aku buru-buru ke kos dan bersiap-siap berangkat. Sampai di sekolah upacara telah berangsung,dan aku baris di tempat anak yang terlambat. Selesai upacara,aku masuk kelas,ternyata wali kelasku memutuskan bahwa jam pelajarannya digunakan untuk latihan,jadi gaada pelajaran dan wali kelasku itu ngga mengecek kehadiran/keterlambatan jadi hari itu aku betul-betul aman. Ini semua berkat Istighfar !😊😊

Sabtu, 27 Agustus 2016

Pertama kali dan Semoga yang Terakhir kali (2)

Jum'at,12 Agustus 2016. Aku pulang. Aku sudah ga tahan lagi dengan sakitku,aku ingin ada orang-orang terdekatku yang merawatku (manja ya). Dengan kondisi seperti itu aku nekat pulang,sendiri,naik bis. Aku menyiapkan semua,lalu aku pesan go-jek. Lalu aku pun berangkat. Pesan bis di dongkelan,lalu beberapa saat kemudian bis datang,aku melangkah menuju bis seperti orang mabuk,terhuyung-huyung. Aku pun duduk di bis. Sebelahku ada perempuan muda berjilbab,cantik orangnya. Dia bertanya kepadaku mau kemana,aku jawab ke kebumen,ternyata dia juga mau ke kebumen. Dia trus mengajak omong aku,dia orangnya ramah,tapi sayangnya aku dalam keadaan lemas dan ingin istirahat jadi aku menjawabnya dengan tidak antusias. Beberapa jam kemudian bis sampai ke Kebumen,melewati sawah-sawah dan pabrik genteng. Lalu sampai lah di simpang lima,di depan Massokka aku berhenti. Aku pun menyebrang dengan berhati-hati,karena jalan disitu ramai sekali,dan aku dalam keadaan tidak sehat. Aku pun sampai di Massokka,rumah eyangku. Disana ada omku lagi tiduran di kasur depan tv. Aku hanya bertanya "om,ibu dimana?" dia bilang "gatau,lah kamu kesini naik apa?" "bis" aku menjawab seraya merebahkan diri di kasur itu. Beberapa menit kemudian aku tertidur dan rasanya seperti orang digebuk sekampung,ga enak. Aku selama 2 malam tidak bisa tidur dengan nyenyak. Sayup-sayup aku mendengar suara ibu,aku pun membuka mata. Dia pun memegang keningku "wuih panas banget,masih lemes?" "masih". Aku lupa apa percakapan selanjutnya,lalu ibuku mengoles minyak kayu putih dan memijat". Rumah eyang mulai ramai,ada om hasan,om fahmi,dan om hamid ada pula eyang dan ibu. Ibuku pun bertanya pada omku yang kebetulan dokter. Trus dia menjelaskan ini itu,lalu aku diberi obat sama ibu. Niatnya ibu menjemputku di tempat eyang,lalu kita pulang ke rumah,tapi melihat kondisiku kayak gitu akhirnya kita nginep di rumah eyang. Ibu juga bilang kepadaku kalau dia juga ngga enak badan, dia pun bilang "biasanya kalau anaknya lagi sakit,rasanya ibunya juga sakit". Aku terharu dengar apa yang ibu katakan sekaligus sedih,trus aku bilang "jangan sakit lah bu,biar yasmin aja ibu ngga usah". Malamnya aku ga nafsu makan. Tidurpun ga enak. Jadi inget lagu yang liriknya "makan pupn tak enak,tidur pun ku tiada nyenyak" . Paginya,shalat subuh lalu ngobrol-ngobrol bareng eyang dan om-om,lalu kita pulang. Sesampai di rumah bapak sudah pulang dari tegal. Lalu aku istirahat,setelah di cek,ternyata aku masih panas,aku pun diberi obat. Aku pun disuruh istirahat dan aku pun istirahat. Karena bapak dan ibu ada acara jadi aku ditinggal,dengan harapan aku istirahat. Trus bapak datang ngecek masih panas apa ngga,ternyata masih panas. Ibu pun pulang juga mengecek. Hari itu untuk pertama kalinya aku b a b dari hari rabu. tapi itu terus menerus alias diare,akhirnya bapak membelikanku oralit. Minggunya kita ber 3 pergi ke sruweng karena bapak dan ibu ada acara disana,sementara aku ditinggal di tempat eyang,untuk istirahat. Bapak pun menjemputku ditempat eyang dan kami makan di tempat eyang,dan untuk pertama kalinya aku makan sampai habis. Aku pun pulang bareng bapak,sementara ibu masih di tempat acara karena ibu jadi panitia. Ibu pun akhirnya sampai rumah dan istirahat. Karena aku masih panas dan pusing,akhirnya bapak memutuskan untuk mengajak aku ke PKU untuk diperiksa. Aku diperiksa di IGD,diambil darahnya dan ditanya-tanyain oleh dokternya. Setelah dijelasin kalau aku panas dari hari kamis,dan sekarang aku diare,pusing dan lemas,kamu tau ga apa yang dikatakan dokternya? "Mau mondok?" trus aku bingung ha,mondok. Trus dijelasin "mau nginep ngga?" aku bilang "ngga mau",dokternya bilang lagi "masalahnya udah panas dari kamis,ini sudah 3 hari takutnya..." apagitu aku lupa. Akhirnya aku minta pendapat bapak,bapak bilang "udah gapapa,biar sembuh yasmin..paling cuma sehari" akhirnya jadi nginep. Aku nangis. Aku nangis karena aku ngerepotin bapak ibu,aku nangis karena kenapa aku bisa sakit kayak gini. Aku berdoa,dzikir dan istighfar dalam hati,berharap semua baik-baik saja,walaupun aku tau kalau ga baik-baik aja. Tapi aku yakin Allah akan memberiku kesembuhan.
Aku pun diantar ke kamar. Bapak lalu pergi ke rumah njemput ibu. Mereka pun datang membawa barang-barang. Malamnya om hamid dan tante tikka datang menjenguk,dan mereka membawa donat,yang aslinya enak banget bagi orang sehat. Untuk pertama kalinya aku diopname,nginep,dan diinfus. Bapak ibuku ikut tidur disitu. Setiap beberapa jam sekali mereka cek tensi dan suhu tubuh,yang ndilalahnye ngeceknya pas lagi naik suhunya,kenapa pas lagi turun ga di cek coba? . Aku hampir didiagnosa kena Tifus,tapi tiufsnya negatif. Didiagnosa kena DB,tapi negatif juga. Banyak yang bilang ini karena kecapekan,soalnya emang aku pulang sore terus. Setelah demamku turun,dan dicek trombosit. Ternyata trombositku turun,dan aku harus menaikkannya jika mau keluar dari rumah sakit. Akhirnya pas hari ke 3 aku pulang dengan keinginanku karena panasnya dan diarenya sudah membaik,tinggal ningkatkan trombosit. Akhirnya aku istirahat dirumah,makan masakan ibu yang luarbiasa enaknya dan sangat jauh dibanding makanan rumah sakit. Beberapa hari setelah cek urin dan darah,hasilnya keluar trombositku sudah naik tetapi ada bakteri di urin. Itu mengapa pas aku di rumah sakit aku kesulitan pipis,ternyata ada infeksi saluran kencing. Beberapa hari kemudian aku sembuh dan aku berangkat ke jogja pada hari minggu. 
 Aku bersyukur,sangat bersyukur sekarang aku sehat,keluargaku sehat. Aku juga bersyukur telah diberi sakit kemarin ini,aku jadi tau kalau di rumah sakit ngga enak banget rasanya,aku jadi sadar kalau aku harus merawat badanku agar tidak jatuh sakit,aku juga sadar kalau Allah selalu ada buat aku. Aku juga bersyukur banget punya keluarga yang luar biasa,ibu bapakku sabar nungguin aku,berdoa buat aku agar cepat sembuh,kakakku juga sampe dateng hari sabtunya. Pokoknya sakit kemaren itu berbekas banget,keinget banget. Maka bersyukurlah kalian yang sehat,kalian itu ibarat memakai mahkota,namun kalian ga bisa liat. Hanya orang sakitlah yang bisa liat kalau kalian memakai mahkota.

Minggu, 21 Agustus 2016

Pertama kali dan Semoga yang Terakhir kali (1)

Rabu,10 Agustus 2016. Ibuku dan kakakku ada keperluan di Jogja,mereka pun mnyempatkan untuk singgah di kosku. Mereka sampai di kos sore hari,kita ngobrol di kos sebentar trus ibu ngajak kita makan di warung bakso depan sekolah. Selesai makan kita pulang ke kos dan berbincang-bincang singkat lalu ibu bersiap-siap pulang ke kebumen karena ibu pengin ngga malem-malem sampe ke kebumennya. Akhirnya mobil yang ibu tumpaki pun menghilang dari pandangan,aku dan kakakku pun masuk ke dalam kos. Kakakku nginep di kosku karena dia ada pelatihan jadi penyiar di Radio Buku,kebetulan Radio Buku lebih dekat dari kostku ketimbang kostnya jadi dia nginep deh. Malamnya aku sudah ngerasaain kalau badanku ngga enak,tapi aku berpikir "ah paling ini hanya perasaanku saja,paling bangun bangun udah enak". Tengah malam aku terbangun dari tidurku dan badanku rasanya super ngga enak,badanku mulai memanas,aku mulai khawatir kalau kalau aku sakit beneran padahal aku dari sore sudah niat puasa,tapi aku tetap melanjutkan tidur berharap semua akan baik-baik saja setelah aku terbangun. Akan tetapi semua harapanku salah,pagi-pagi aku bangun lebih awal dari biasanya dikarenakan badan yang tidak normal dan karena aku mau sahur. Setelah selesai aku langung membangunkan kakakku untuk bersiap-siap shalat shubuh. Selesai shalat aku meminta kakakku untuk memegang keningku dan leherku,ternyata benar aku panas. Aku pun meminta dia membikinkan surat pemberitahuan untuk sekolah bahwa aku sakit. Saat itu juga aku secara otomatis membatalkan puasaku. Selesai membuat,aku menitipkan surat itu pada dua teman sekolahku yang sekos,Fala dan Vela. Aku langsung istirahat kembali. Sekitar jam 10-11 an aku terbangun sementara kakakku bersiap-siap mau pergi ke radio buku,kakakku udah ngasih tau bapak ibuku lewat line. Pada saat itu badanku benar-benar lemas dan panas dan aku kecewa setelah tau kalau kakakku akan pergi ke kosannya setelah dari Radio Buku karena esoknya dia ada acara di univ. nya,yah jujur aku masih manja anaknya. Ya dia pun jadi bimbang,gimana ga bimbang coba? disaat kamu harus pergi ada acara di kampus dan harus ninggalin sodaramu yang masih lebih muda dari kamu sendirian disaat dia sakit. Akhirnya kakakku nawarin untuk tinggal disini sehari lagi,tapi aku mikir dia juga pasti ada urusan,yaudah akhirnya aku membolehkan kakakku pergi. Dia pun membelikan aku obat dan jus alpukat sebelum dia pergi. Dia mendoakanku,lalu dia beres-beres dan akhirnya dia pergi. Aku sendirian,tergeletak di tempat tidur,yang aku rasakan hanya panas,pusing dan lemas. Aku ngga kuat untuk pergi membeli makan dll,tapi aku masih kuat untuk shalat dan berdoa meminta kesembuhan pada yang Maha Kuasa. Kemudian teman-temanku pulang sekolah menengok kamarku dan mereka lansung membuatkan telur dadar dan nasi setelah tau aku belum makan siang. Ya..mereka memang super baik (tapi jangan kasih tau mereka wkwk). Seperti biasa aku kumpul di kamar temanku yang di tengah,mereka mengobrol sementara aku tiduran di tempat tidur temanku dan mendengarkan obrolan . Saat itu panasku mulai turun,dan aku bilang pada mereka kalau aku besok insyaallah berangkat. Trus mereka bilang "masih lemas gitu mau berangkat kamu? mending jangan masuk dulu". Beberapa saat kemudian aku pun kembali ke kamarku tidur dan berdoa agar aku diberi kesembuhan. Malamnya,hujan pun turun dengan sangat derasnyaaku pun terbangun. Suara angin kilat dan air yang jatuh bercampur jadi satu ditambah aku tak bisa tidur dan yang aku rasakan hanya lemas dan pusing. Akhirnya setelah waktu yang cukup lama aku pun tertidur dan bangun dalam keadaan masih sakit. Ibu line aku,kata ibu mending aku pulang saja sepertinya aku parah sakitnya. Tapi aku bersikeras kalau ini hanya sakit demam biasa. Bapak ibu pun mengingatkan untuk minum air hangat,tapi aku ga punya pemanas air ataupun rice cooker. Bapakku bilang agar minta pada ibu kos air hangatnya,lalu aku pun minta dan kemudian ibu kos tau kalau aku sakit. Dia memberi teh hangat,air hangat dan nasi sarden,ibu kos bahkan menawarkan untuk dibawa ke dokter,tapi aku ngga mau. Setelah minum air hangat dan obat,badanku rasanya enak sekali,aku langsung bilang pada ibuku kalau aku sduah mendingan dan insyaallah akan masuk sekolah esok pagi. Aku pun istirahat,mandi lalu istirahat lagi. Ternyata saat bangun keadaanku makin memburuk badanku panas tinggi,aku khawatir sekali. Aku istirahat kembali, Siang pada waktu shalat jum'at aku medengar pintu kos terbuka dan aku mendengar suara teman-temanku. Mereka ternyata main dan menjengukku,mereka cukup menghibur namun aku ngga bisa terus terusan ngobrol soalnya aku lemes banget,aku jadi ngga enak ketika diajak ngobrol temenku. Tapi pas mereka menyentuh keningku mereka langsung bilang kalau aku panas banget. Temanku pun mengusulkan obat ini itu,lalu saat mereka mau kembali ke sekolah mereka mengucapkan cepat sembuh. Aku kemudian berpikir untuk pulang,karena aku ngga mau terus-terusan sakit,dan aku ngerasa sakitnya aneh karena naik turun demamnya dan aku pusing sekali. Aku pun memutuskan pulang saat itu juga.
(Continue)

Minggu, 24 Juli 2016

Liburan yang 30 hari lebih cepat dari Anak-anak Finlandia

Harusnya aku nulis pas aku sampe jogja,tapi karena capek dan sibuk,yaudah deh kepending terus nulisnya. Alhamdulillah sekarang udah bisa nulis lagi,karena nganggur wkwk. Kenapa ya di Indonesia libur itu cepet banget,bukan karena aku males belajar (tapi ada benernya sih upss) tapi coba bandingkan sama negara yang pendidikannya maju.  Finlandia contohnya,mereka masuk sekolah 190 hari dalam setahun ! Finlandia lo? Negara dengan tingkat pendidikan paling baik sedunia.  Indonesia? gatau lah..anak-anak Finlandia libur 30 hari lebih banyak dari kita bung!.  Eits jangan salah,30 hari adalah waktu yang cukup lama lo.  Misalkan aja anda adalah anak yang sekolahnya di luar kota,jika anda lagi pulang kampung dan akan balik lagi ke kota tempat anda bersekolah dengan naik kereta,dijadwal tertera jam 12.00 dan 13.00 dengan tujuan yang sama dan harga yang sama. Mana yang akan anda pilih wahai anak perantauan ! pasti milih yang 13.00 kan? iya ! karena satu jam itu anda masih bisa bercengkerama dengan keluarga,masih bisa lebih lama bersama dengan orang yang anda sayangi. Coba, 1 jam aja berharga banget apalagi 30 ! Wah Finlandia memang LUAR BIASA ! .  Tapi ya mau gimana lagi bung? udah terlanjur :/ maksudnya udah terlanjur tinggal di Negeri Para Bedebah eh maksudnya Indonesia tercintahh.  Kadang aku heran kok Finlandia bisa kayak gitu,maksudnya semua yang Finlandia terapin itu cocok banget sama maunya anak-anak. Contohnya jam pelajarannya sedikit,liburannya banyak,istirahatnya banyak,ga ada sistem ranking,ngga ada UN,naik kelas otomatis.  Tapi mereka malah paling maju pendidikannya,penginnya sih Indonesia bisa nerapin kayak gitu. Tapi ya..selama aku masih bersekolah sistemnya masih gini-gini aja sih. Ya..,mau gimana lagi,ya..setidaknya aku masih berusaha keluar dari suasana liburan yang terlalu singkat ini.  Hei ! semua butuh proses kan? jadi jangan salah kalau aku masih belum ingin membuka buku..toh (semoga) beberapa hari lagi aku sudah bisa membukanya :D

Sabtu, 16 Juli 2016

Pendakian Pertama ke Gunung Prau

Sabtu,9 Juli 2016 pukul 4 lebih dini hari aku sudah terbangun dan menyiapkan hal-hal kecil yang perlu aku bawa untuk mendaki,karena hal-hal yang penting sudah aku persiapkan sejak lama. Setelah selesai shalat subuh,aku mandi bersiap-siap untuk pergi ke Wonosobo. Pada saat itu aku lagi liburan ke rumah eyang di Tegal,  Aku berangkat kesana bersama 4 sepupuku dan Oomku yaitu Alma,Ka Tata,Hanna,Naura dan Oom Ibba,  Selesai makan,kita pun menyalami semua penduduk di rumah eyang dan meminta doa untuk kelancaran,btw this is my first time guys !! :D .  Sebelum itu,kita menghampiri Hanna dan Naura di Balapulang,habis itu kita langsung tancap gas. Perlu diketahui hari-hari itu masih hari dimana orang banyak mudik, ya jadinya macet bung,apalagi pas mau ke Dieng nya.  Setelah makan siang di daerah Dieng,kita melanjutkan perjalanan menuju Basecamp pendakian Gunung Prau,Tapak Banteng. Sesampainya disana kita menurunkan barang-barang yang akan kita bawa dan yang akan porter bawa. Selain itu,kita juga nunggu Oom Dona yang katanya mau ikut. Sembari nunggu,karena disitu agak gerimis,kita dipersilahkan masuk ke dalam rumah penduduk karena disitu ada api untuk menghangatkan tubuh. Selagi kita menghangatkan diri,tuan rumahnya memberi saran-saran dalam menaik gunung misalnya : saat kita sedang naik gunung usahakan jangan menggunakan jaket yang tebal karena kita pasti akan keringetan,dan karna udara disana dingin keringat itu bisa menjadikan kita hipotermia. Dirumah itu juga ada warung makanan dan ada penutup kepala dengan bentuk hewan yang lucu-lucu terus kita beli deh. Akhirnya Oom Dona pun datang,kita pun foto-foto dulu,berdoa,dann berangkat !  Kita naik tangga terlebih dulu dan karna ini pertama kalinya aku naik,aku ngerasa gampang capek,masa baru naik sebentar udah capek.  Kita terus berjalan -dengan berhenti-berhenti tentunya hehe- pos 1 terlewati kemudian pos 2. Ini fotonya

Setelah selesai istirahat,kita lanjutin lagi dan itu udah mulai maghrib. Kita naik lagi dan mendengar adzan Isya dan akhirnya kita sampai di Pos 3.  Jalan sebentar dari Pos 3 dan sampailah kita di puncak. Setelah tendanya dipasang,kita segera masuk karena udaranya/anginnya dingin sekali. Kita memakai 2 tenda. Masuk tenda.kita pun makan makanan yang udah dipesan yaitu nasi sayur dan Ayam goreng. Makan pun selesai dan kita pun shalat. Kita nata-nata tempat untuk tidur dan kita dengerin musik,lalu kita pun memutuskan untuk tidur. Perlu diketahui,kita semua ngga bisa tidur ! entah itu karena hawanya yang terlalu dingin atau karena para pendaki lain yang meniru suara hewan dan meneriakkan sesutu yang ga jelas -__- .  Akhirnya kami pun memutuskan untuk bangun (walaupun aslinya kita ngga bisa tidur) dan shalat subuh. Kita pun keluar tenda untuk menyaksikan sunrise yang begitu indahnya dan merasakan hawa yang begitu dinginnya.

Ditengah dinginnya suasana dan indahnya sunrise,kita pun harus punya bukti dong kalo udah naik gunung. Caranya ya dengan foto. Jadi kita foto dengan background gunung,kita fotonya gantian-gantian hehe.
Selesai mengambil gambar,kita pun balik ke tenda untuk makan dan beres-bers. Selesai makan kita keliling ke sekitar bukit-bukit ngeliat pemandangan yang bagus.
by @anggiafandy


Setelah menjelajah bukit teletubbies,kita pun turun. Tunggu sampai kau lihat medan-nya,waw ! ternyata jalannya ngeri,lho kok kita ga tau? ya iyalah orang kita lewat situ udah malem jadi ngga kliatan apa-apa dan yang ada dipikiran cuma jalan terus jadi ga tau kalo medan-nya se serem itu. Well jalan untuk kita turun itu licin,tapi jujur aku lebih suka turun daripada naik wkwk. Karena licin,jangan tanya ada yang jatuh apa ngga..banyak ! hehe,aku jatuh sekali dan yang kasian adalah Ka Tata soalnya dia jatuh berkali-kali (wkwk sorry ya) :D .   Aslinya turun itu ngga butuh tenaga yang besar seperti naik,kalo turun itu yang penting malah keseimbangan. Akhirnya dengan celana yang kotor habis jatuh kita pun sampai di bawah. Pergi ke kamar kecil,cuci muka,minum air,merasakan hangatnya matahari di Tapak Banteng,akhirnya untuk pertama kalinya aku naik gunung. Setelah barang-barang sudah masuk mobil,kita pun beranjak pulang. Pengalaman yang sangat luar biasa,kaki pegal,bau keringat,celana kotor itu istimewanya. Naik gunung itu bukan puncaknya yang penting,namun proses menuju puncaknya itu yang penting. Ada momen ketika kita kelelahan dan berhenti duduk untuk istirahat,lalu memandang ke bawah dimana kamu bisa melihat jalan raya yang ramai dipadati oleh pemudik yang mau liburan,pemukiman penduduk dan suara adzan. Itu benar-benar momen yang indah,bersyukur bisa menikmati momen itu,bersyukur atas apa yang telah Allah berikan kepada kita. Sebenarnya Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? (Ar Rahman)
فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ